Pages

Friday, 15 June 2012

UbaT KetIkA MerIndUi SiDia..

  Rindukah Kamu Pada Saya....


        Itulah soalan yang akan keluar dari mulut para pemudi sekarang...Memang tidak dapat disangkal lagi lumrah hidup manusia memang akan merindui sesuatu...
 Tapi sejauh manakah kerinduan itu akan berakhir.??

         Kerinduan kepada kekasih, seringkali membekaskan duka. Karena sudah tahu bahwa BerCouple bukanlah jalan yang halal untuk ditempuh, ini kerana nikahlah satu-satunya yang jadi pilihan. Padahal si jejaka tampan belum mampu memberi nafkah lahir sedangkan wanita kita pun masih muda dan dituntut oleh orang tua untuk menyelesaikan alam pembelajaran. Akhirnya, karena tidak kesampaian untuk nikah, maka BerCouplelah yang menjadi keluar karena tidak kuat menahan rasa rindu pada si dia. Lewat chatting, inbox FB atau sms jadi jalur alternatif.
              Inilah yang dialami pemuda masa kini. Mungkin juga dialami para aktivis dakwah. Supaya tidak digelar merCouple, maka sms dan chatting yang jadi pilihan. Seharusnya rasa rindu ini bisa dipendam dengan melakukan beberapa kiat yang akan kami utarakan1. Semoga Allah senantiasa memberi taufik.

Terapi dari Rasa Rindu dengan Segera Nikah. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,     

Wahai para pemuda, barangsiapa yang memiliki baa-ah, maka menikahlah. Karena itu lebih akan menundukkan pandangan dan lebih menjaga kemaluan. Barangsiapa yang belum mampu, maka berpuasalah karena puasa itu dapat mengelakkan diri dari melakukan maksiat.”


         Secara bahasa, baa-ah bermakna jima’ (berhubungan suami isteri). Sedangkan mengenai makna baa’ah dalam hadits di atas terdapat ada dua pendapat di antara para ulama, namun intinya kembali pada satu makna.  
          Pertama: makna baa-ah adalah sebagaimana makna secara bahasa yaitu jima’. Sehingga makna hadits adalah barangsiapa yang mempunyai kemampuan untuk berjima’ karena mampu memberi nafkah nikah, maka menikahlah. Barangsiapa yang tidak mampu berjima’ karena ketidakmampuannya memberi nafkah, maka hendaklah ia memperbanyak puasa untuk menahan syahwatnya.
            Pendapat kedua: makna baa-ah adalah kemampuan memberi nafkah. Dimaknakan demikian karena  bersangkutan dari seseorang mampu berjima’, maka tentu ia harus mampu memberi nafkah. Sehingga makna hadits adalah barangsiapa yang telah mampu memberi nafkah nikah, maka hendaklah ia menikah. Barangsiapa yang tidak mampu, maka berpuasalah untuk menahan syahwatnya.
         
           Jadi maksud dari dua pendapat ini adalah sama iaitu harus punya kemampuan untuk memberi nafkah.  Tetapi pemuda pemidi sekarang ini yang banyak tidak memahami akan hal ini. Mereka suka minta nikah pada orang tuanya. Padahal sesuap nasi saja masih diberikan oleh Ibubapanya. Hanya Allah yang memberi taufik kepada sesiapa yang dikehendaki Allah.
Denagn ini, sesiapa yang sudah memiliki kemampuan maka bersegeralah berkahwin untuk mengelak dari anda melakukan maksiat kepada Allah, tetapi jika tidak mampu baiklah anda berpuasa atau meninggalkan wanita tersebut dengan cara yang betul dan baik supaya tidak melukai hatinya. Berdoalah kepada Allah semoga kamu dimurahkan rezeki..

Bagi mengelak dari kita melakukan maksiat kepada Allah dan menginginkan mengecapi alam perkahwinan, bolehlah kita sama-sama mengikut yang tersebut dibawah:

Berusaha untuk Ikhlas dalam Beribadah
          Ikhlas adalah ubat kepada penyakit rindu. Jika seseorang benar-benar ikhlas menghadapkan diri kepada Allah, maka Allah akan menolongnya dari penyakit rindu dengan cara yang tak pernah terdetik di hati sebelumnya. Cinta pada Allah dan nikmat dalam beribadah akan mengalahkan cinta-cinta lainnya.

            Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah mengatakan, “Sungguh, jika hati telah merasakan manisnya beribadah kepada Allah dan ikhlas kepada-Nya, nescaya ia tidak akan menjumpai hal-hal lain yang lebih manis, lebih indah, lebih nikmat dan lebih baik daripada Allah. Manusia tidak akan meninggalkan sesuatu yang dicintainya, melainkan setelah memperoleh kekasih lain yang lebih dicintainya. Atau karena adanya sesuatu yang ditakutinya. Cinta yang buruk akan bisa dihilangkan dengan cinta yang baik".


Banyak Memohon pada Allah
         Setiap doa yang kita panjatkan pasti akan bermanfaat. Boleh jadi doa tersebut segera dikabulkan oleh Allah dan boleh jadi sebagai simpanan di akhirat. Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seorang muslim memanjatkan doa pada Allah selama tidak mengandung dosa dan memutuskan silaturahpm (antara kerabat) melainkan Allah akan memberi padanya tiga hal: [1] Allah akan segera mengabulkan do’anya, [2] Allah akan menyimpannya baginya di akhirat kelak, dan [3] Allah akan menghindarkan darinya kejelekan yang semisal.



Menundukkan Pandangan
             Pandangan yang berulang-ulang akan membenihkan kehancuran dalam diri kita. karena itu, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kita untuk menundukkan pandangan agar hati ini tetap terjaga. Dari Jarir bin Abdillah, beliau mengatakan:

“Aku bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam tentang pandangan yang cuma selintas (tidak sengaja). Kemudian Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam memerintahkan kepadaku agar aku segera memalingkan pandanganku".

Terdapat tiga faedah yang kita dapat dari menundukkan pandangan telah disebutkan oleh Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah:
Pertama: Akan merasakan manis dan lezatnya iman. Barangsiapa meninggalkan sesuatu karena Allah, Dia akan memberi ganti dengan yang lebih baik.
Kedua: Akan memberi cahaya pada hati dan akan memiliki firasat yang begitu cemerlang.
Ketiga: Akan lebih menguatkan hati.

Menyibukkan Diri Dengan Perkara Yang Berfaedah

               Dalam situasi yang lapang dari melakukan sesuatu, biasanya seseorang lebih mudah untuk berangan memikirkan orang yang ia cintai. Dalam keadaan sibuk luar biasa, pikiran tersebut mudah untuk lenyap begitu saja. Oleh karena itu, untuk mengelak dari kerinduan, seseorang hendaklah menyibukkan diri dengan hal-hal yang bermanfaat baik untuk dunia atau akhirat. Hakikat dari rasa rindu adalah kesibukan hati yang kosong. Di kala sepi sendiri, tanpa melakukan aktiviti, maka muncullah bayangan sang kekasih, wajah, gerak-gerik, dan segala yang berkaitan dengannya. Seluruhnya hanya sekedar bayangan dan khayalan yang berakhir dengan kesedihan diri. Tiada manfaatnya sedikit pun bagi kehidupan kita.

“Jika dirimu tidak tersibukkan dengan hal-hal yang baik (haq), pasti akan tersibukkan dengan hal-hal yang sia-sia (batil)"

Menghindari Nyanyian dan Film Percintaan
           Nyanyian dan filem-filem percintaan memiliki kesan yang besar untuk membenihkan kerinduan pada orang yang dicintai. Apalagi jika nyanyian tersebut dialusi dengan mengharu biru, mendayu-dayu tentu akan menggetarkan hati orang yang sedang ditimpa kerinduan. Akibatnya rasa rindu kepadanya semakin memuncak, berbagai angan-angan yang menyimpang pun terbetik dalam hati dan pikiran. Bila demikian, sudah layak jika nyanyian dan filem seperti ini dan secara umum ditinggalkan demi keselamatan dan kejernihan hati. Sehingga sempat diungkapkan oleh beberapa ulama nyanyian adalah mantera-mantera zina.

Ibnu Mas’ud mengatakan, “Nyanyian menumbuhkan kemunafikan dalam hati sebagaimana air menumbuhkan sayuran.”

Fudhail bin Iyadh mengatakan, “Nyanyian adalah mantera-mantera zina.”


Imam Asy Syafi’i berkata, “Nyanyian adalah suatu hal yang sia-sia yang tidak kusukai karena nyanyian itu adalah seperti kebatilan. Siapa saja yang sudah kecanduan mendengarkan nyanyian, maka persaksiannya tertolak."

Bayangkan Kekurangan Si Dia
      Ingatlah selalu, orang yang kita rindukan bukanlah seorang yang sempurna. Ia sangat banyak kekurangan, sehingga tidak layak untuk dipuja, disanjung atau untuk dirindui. Orang yang dirindui sebenarnya tidak seperti yang dikhayalkan dalam lamuman kita.


Ibnul Jauzi berkata, “Sesungguhnya manusia itu penuh dengan najis dan kotoran. Sementara orang yang mabuk cinta sentiasa melihat kekasihnya dalam keadaan sempurna. Disebabkan cinta ia tidak lagi melihat adanya aib.”

        Kita boleh menilai sesuatu dengan berpandukan keadilan sedangkan orang yang sedang dikuasai oleh hawa nafsunya sehingga tak dapat bersikap dengan adil. Kecintaannya terhadap kekasihnya telah menutupi seluruh aib yang dimiliki oleh pasangannya.

Para ahli hikmah berkata, “Mata yang diliputi oleh hawa nafsu akan menjadi buta.”


Semoga Allah memberi taufik dah hidayah kepadaku. Amin, Amin Ya Rabbal Al Amin.... Segala puji bagi Allah yang dengan nikmat-Nya segala kebaikan menjadi sempurna.

No comments:

Post a Comment

Thanks For Comment....